MAKALAH
PENGANTAR ILMU EKONOMI
Pasar Oligopoli

Kelompok
III
Ahmad
Prasojo
Erma
Putri yani
Hanifah
Afriani
Levi
Azhari
Medika
Yunita
Randy
Febdiawan
Yayus
Sutrisno
Yemi
Puspitasari
DOSEN PEMBIMBING
INTAN ZORAYA,MM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) BENGKULU
FAKULTAS SYARI’AH DAN EKONOMI ISLAM
PRODI PERBANKAN SYARI’AH
TAHUN 2014/2015
KATA PENGANTAR
Segala puji kami panjatkan kehadirat Allah yang telah membimbing
manusia dengan petunjuk – petunjuk Nya sebagaimana yang terkandung dalam al – qur’an
dan sunnah, petunjung menuju ke jalan yang lurus dan jalan yang di ridhai Nya.
Demikian juga kami , bersyukur kepada Nya yang telah memudah kan penulisan
makalah Pengantar Ilmu Ekonomi tentang Pasar Oligopoli.
Shalawat seta salam semoga senantiasa dihanturkan kepada junjungan
Nabi Muhammad, para sahabat, keluarga dan pengikutnya sampai di hari kiamat,
terutama mereka yang memelihara otentisitas sunnah, baik dengan cara
penghapalan, periwayatan, penulisan, pengodifikasian, pengajian, pengamalan dan
penerbitan.
Tentunya dalam pembuatan makalah ini, dengan segala keterbatasan,
tidak lepas dari kekurangan, kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk
meminimalisir kekurangan – kekurangan tersebut. Oleh karena itu, sangat di
harapkan kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.. akhirnya
semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.
Bengkulu,
Oktober 2014
Penulis
Kelompok III
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................ 1
A.
Latar Belakang 1
B.
Tujuan
Penulisan ................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN.............................................................................. 3
A. Pengertian Pasar Oligopoli................................................................ 3
B. Faktor – Faktor Penyebab
Terbentunya Pasar Oligopoli................... 3
C. Ciri – Ciri Pasar
Oligopoli................................................................. 4
D. Model Pasar Oligopoli 6
E. Macam – Macam Pasar
Oligopoli...................................................... 8
F.
Sifat – Sifat Pasar Oligopoli 8
G. Perilaku Pasar Oligopoli 8
H. Faktor Penghambat Pasar
Oligopoli.................................................. 9
I.
Kelebihan dan Kelemahan Pasar Oligopoli..................................... 10
J.
Dampak Positif dan Negatif Pasar Oligopoli.................................. 13
BAB III PENUTUP.................................................................................................. 15
A. KESIMPULAN .............................................................................. 15
B. SARAN 15
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................... 16
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Pasar merupakan tulang punggung perekonomian
masyakat, baik masyarakat yang berada dikalangan kelas bawah ataupun masyarakat
yang berada di kalangan kelas atas. Pasar juga merupakan proses hubungan timbal
antara penjual dan pembeli untuk mencapai kesepakatan harga dan jumlah suatu
barang/jasa yang diperjualbelikan. Pasar merupakan perwujudan dari kegiatan
ekonomi,pasar muncul karena pemenuhan akan kebutuhan semakin beragam.Pada
awalnya dikenal dengan sistem barter disini melakukan
pertukaran barang dengan barang lain,dari sini pasar terus berkembang dengan
pesatnya sampai sekarang berbagai jenis pasar bermunculan dengan celah-celah
ekonomi berdasarkan permintaan pasar. Dalam perkembangannya kita kenal pasar
oligopoli sebagai bentuk bagian dari pasar saat ini.
B.
TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan dari penulisan ini yaitu:
1.
Untuk mengetahui pengertian dari pasar oligopoli
2.
Untuk mengetahui apa saja faktor – faktor penyebab terbentunya
pasar oligopoli
3.
Untuk mengetahui apa saja ciri – ciri pasar oligopoli
4.
Untuk mengetahui model pasar oligopoli
5.
Untuk mengetahui apa saja macam – macam pasar oligopoli
6.
Untuk mengetahui apa saja sifat – sifat pasar oligopoli
7.
Untuk mengetahui perilaku pasar oligopoli
8.
Untuk mengetahui apa saja faktor penghambat pasar oligopoli
9.
Untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan pasar oligopoli
10. Untuk menetahui dampak
positif dan negatif pasar oligopoli
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Pasar
Oligopoli
Istilah Oligopoli berasal dari bahasa Yunani, yaitu: Oligos Polein yang berarti: yang
menjual sedikit atau beberapa penjual. Beberapa penjual dalam
konteks ini, maksudnya di mana penawaran satu jenis barang di kuasai oleh
beberapa perusahaan, beberapa dapat berarti
paling sedikit 2 dan paling banyak 10 atau 15 perusahaan. Teori oligopoli memiliki sejarah yang cukup
panjang. Istilah oligopoly pertama kali digunakan oleh Sir Thomas Moore dalam
karyanya pada tahun1916, yaitu “Utopia” 11. Dalam karya tersebut dikatakan bahwa
harga tidak harus berada pada tingkat kompetisi ketika perusahaan di pasar
lebih dari satu.Sedangkan Teori Oligopoli pertama kali diformalkan oleh
Augustin Cournot pada tahun 1838 melalui karyanya “Researches sur les priciples
mathematiques de la theorie des richesses”.
Lima puluh tahun kemudian, teori tersebut dibantah oleh Bertrand .
Meskipun menuai banyak kritik, namun hingga kini teori Cournot tetap dianggap
sebagai benchmark bagi teori-teori oligopoli lainnya. Pasar oligopoli adalah
suatu bentuk persaingan pasar yang didominasi oleh beberapa produsen atau
penjual dalam satu wilayah area. Pasar Oligopoli adalah suatu pasar dimana
terdapat beberapa produsen yang menghasilkan barang-barang yang saling
bersaingan. Ini merupakan sifat utama dari pasar oligopoli Pasar Oligopoli merupakan salah satu jenis dari pasar
persaingan tidak sempurna. Dimana pasar Oligopoli merupakan pasar yang hanya
terdapat beberapa perusahaan atau penjual yang memproduksi barang sejenis.
B. Faktor-faktor Penyebab
terbentuknya Pasar Oligopoli
a.
Efisiensi Skala Besar
Efisiensi skala besar di dalam efisiensi teknis (teknologi) dan
efisiensi ekonomi (biaya produksi). Profit hanya bisa tercipta apabila
perusahaan mampu mencapai tingkat efisiensi. Efisiensi teknis menyangkut pada
penggunaan teknologi dalam proses produksi. Kemampuan produsen dalam
menempatkan sumber daya secara optimal. Efisiensi ekonomi menyangkut pada biaya
produksi. Bagaimana mengatur biaya pada komposisi yang tepat sehingga harga
yang dipasarkan merupakan harga yang bisa diterima pasar dan produsen. Kompleksitas
manajemen (tingkat kerumitan).
Tingkat kerumitan dalam manajemen pengelolaan di suatu perusahaan. Dalam dunia nyata, perusahaan-perusahaan yang
bergerak dalam industri mobil, semen, kertas, pupuk, dan peralatan mesin,
umumnya berstruktur oligopoly Tekhnologi padat modal
(capital intensive) yang dibutuhkan
dalam proses produksi menyebabkan efisiensi (biaya rata-rata minimum) baru
tercapai bila output diproduksi dalam skala sangat besar. Keadaan diatas
merupakan hambatan untuk masuk (barriers to entry) bagi perusahaan pesaing. Tidak mengherankan jika dalam
pasar oligopoly hanya terdapat sedikit produsen.
b.
Kompleksitas Manajemen
Berbeda dengan tiga struktur pasar lainnya
(persaingan sempurna, monopoli,dan pasar monopolistik), struktur pasar
oligopoli ditandai dengan kompetisi harga dan non harga. Perusahaan juga harus
cermat memperhitungkan setiap keputusan agar tidak menimbulkan reaksi yang
merugikan dari perusahaan pesaing. Karena dalam industri oligopoli, kemampuan
keungan yang besar saja tidak cukup sebagai modal untuk bertahan dalam
industri. Perusahaan juga harus mempunyai kemampuan manajemen yang sangat baik
agar mampu bertahan dalam struktur industry yang persaingannya lebih kompleks.
Tidak banyak perusahaan yang memilki kemampuan tersebut, sehingga dalam pasar
oligopoli akhirnya hanya terdapat sedikit produsen.
C.
Ciri – Ciri Pasar
Oligopoli
a. Pasar
oligopoly hanya terdiri atas sekelompok kecil perusahaan.
Dalam
pasar oligopoly terdapat beberapa
perusahaan raksasa yang menguasai penjualan dan di samping itu pula terdapat
beberapa perusahaan kecil. Para perusahaan raksasa tersebut saling memengaruhi
satu sama lain. Sifat ini menyebabkan setiap perusaan harus mengambil keputusan
dengan hati-hati dalam mengubah harga, bentuk barang, corak produksi dan
sebagainya. Sifat saling memengaruhi (mutual interpendence) ini
merupakan sifat khusus dari pasar oligopoli.
b. Barang
yang diproduksi adalah barang yang
standar atau barang yang
berbeda
corak atau bisa bersifat homogen, dan bisa juga berbeda, namun memenuhi standar
tertentu. Barang yang diproduksi
pada pasar ini ada kalanya merupakan barang yang standar misalnya pada industry
penghasil barang mentah (baja dan aluminium) dan industry bahan baku (semen dan
bahan bangunan). Selain itu pada pasar oligopoly juga memproduksi barang yang
berbeda corak. Barang yang diproduksi adalah barang akhir seperti industry
mobil, industry rokok, industry pesawat terbang, dan lain-lain.
c. Terdapat
banyak pembeli di pasar
Seperti pasar persaingan sempurna, jumlah pembeli di pasar
oligopoli sangat banyak.
d.
Hanya ada beberapa perusahaan(penjual) yang menguasai pasar.
Umumnya adalah penjual-penjual (perusahaan)
besar yang memiliki modal besar saja (konglomerasi). Karena ada ketergantungan
dalam perusahaan tersebut untuk saling menunjang. Contoh: bakrie group memiliki
pertambangan, property, dan perusahaan telefon seluler (esia).
e. Adanya hambatan bagi
pesaing baru.
Perusahaan yang telah lama dan memiliki pangsa pasar besar akan
memainkan peranan untuk menghambat perusahaan yang baru masuk ke dalam pasar
oligopoly tersebut.
f. Adanya saling
ketergantungan antar perusahaan (produsen).
g. Advertensi (periklanan)
sangat penting dan intensif.
Untuk
menciptakan brand image, menarik market share dan mencegah pesaing baru. Dalam
pasar ini peran iklan sangat membantu peusahaan dagang karena iklan dapat
dengan mudah diterima oleh masyarakat atau calon pembeli, oleh karena itu iklan
terbukti ampuh dalam menarik perhatian calon pembeli yang ingin memilih
barang-barang , dengan mudah perusahaan membuat iklan tentang produknya dengan
keunggulan -keunggulan produknya dibanding produk perusahaan lain atau
perusahaan pesaing.
h.
Sulit Dimasuki Perusahaan Baru
Dalam pasar oligopoli ini mengapa dikatakan
sulit dimasuki oleh perusahaan baru, karena image dari perusahaan yang sudah
lama terbangun lebih kuat dengan pembeli di banding perusahaan yang baru muncul
yang menawarkan barang yang sama namun pembeli atau konsumen tidak tau
kualitas dari barang-barang yang dijual perusahaan baru tersebut.
i.
Harga Jual Tidak Mudah Berubah
Dalam pasar oligopoli
ini harga yang keluar tidak cepat naik atau turun, bisa dikatakan harga selalu
stabil dan tidak mudah berubah, mungkin saja karena penjualan yang stabil
terhadap suatu produk yang diluncurkan oleh suatu perusahaan sudah cukup
menghasilkan keuntungan, namun apa bila tiba-tiba harga naik otomatis pembeli
akan berfikir kembali untuk membeli produk ini dan bisa jadi pembeli beralih
pada produk perusahaan lainya yang menjual varian yang sama namu harga lebih
murah dengan kualitas yang hampir sama.
D.
Model Oligopoli
Begitu kompleksnya situasi
dalam pasar oligopoli, sehingga paraekonom mengembangkan berbagai model untuk
menganalisis perilaku oligopolis. Sayangnya, tidak ada satu pun model yang
dapat diterima secara umum sebagai model terbaik.
Berikut ini
disampaika beberapa model oligopoli yang dikembangkan oleh para eokomom:
a. Model Permintaan Yang Patah
(Kinked Demand Model)
Model ini dikembangkan oleh P.M. Sweezy (1939). Sweezy beranggapan bahwa kalau ada produsen dalam pasar oligopoli yang berusaha menaikkan harga maka ia akan kehilangan langganan karena tak ada produsen lainnya yang bersedia menaikkan harga. Namun sebaliknya, produsen dalam pasar oligopoli tidak dapat memperluas pasar dengan menurunkan harga sebab para pesaing akan menurunkan harga dengan tingkat yang lebih rendah lagi. Akibatnya terjadilah perang harga. Dalam hal ini para produsen dalam pasar oligopoli saling mempengaruhi pasar oligopoli tidak dapat memperluas pasar dengan menurunkan harga sebab para pesaing akan menurunkan harga dengan tingkat yang lebih rendah lagi. Akibatnya terjadilah perang harga. Dalam hal ini para produsen dalam pasar oligopoli saling mempengaruhi, tetapi tidak melakukan kolusi (kesepakatan).
Model ini dikembangkan oleh P.M. Sweezy (1939). Sweezy beranggapan bahwa kalau ada produsen dalam pasar oligopoli yang berusaha menaikkan harga maka ia akan kehilangan langganan karena tak ada produsen lainnya yang bersedia menaikkan harga. Namun sebaliknya, produsen dalam pasar oligopoli tidak dapat memperluas pasar dengan menurunkan harga sebab para pesaing akan menurunkan harga dengan tingkat yang lebih rendah lagi. Akibatnya terjadilah perang harga. Dalam hal ini para produsen dalam pasar oligopoli saling mempengaruhi pasar oligopoli tidak dapat memperluas pasar dengan menurunkan harga sebab para pesaing akan menurunkan harga dengan tingkat yang lebih rendah lagi. Akibatnya terjadilah perang harga. Dalam hal ini para produsen dalam pasar oligopoli saling mempengaruhi, tetapi tidak melakukan kolusi (kesepakatan).
b. Model Cournot
(cournot model)
Model cournot
yang disebut juga doupoli dikembangkan oleh Augustin Cournot seorang ahli
ekonomi berkebangsaan prancis pada tahun 1838.
Asumsi utama dari model ini adalah bahwa jika perusahaan telah menentukan tingkat produksinya, ,aka perusahaan tersebut tidak akan mengubahnya. Atas dasar asumsi inilah perusahaan pesaingnya akan menentukan tingkat produksinya. Dalam pasar duopoli hanya terdapat dua perusahaan yang menjual produk yang homogen, dengan demikian hanya terdapat satu harga pasar. Harga pasar ditentukan oleh keseimbangan antara jumlah total output yang dihasilkan oleh dua perusahaan dengan permintaan pasar.
Asumsi utama dari model ini adalah bahwa jika perusahaan telah menentukan tingkat produksinya, ,aka perusahaan tersebut tidak akan mengubahnya. Atas dasar asumsi inilah perusahaan pesaingnya akan menentukan tingkat produksinya. Dalam pasar duopoli hanya terdapat dua perusahaan yang menjual produk yang homogen, dengan demikian hanya terdapat satu harga pasar. Harga pasar ditentukan oleh keseimbangan antara jumlah total output yang dihasilkan oleh dua perusahaan dengan permintaan pasar.
c. Model Stackelberg
(Stackelberg Model)
Dalam model
Stackelberg diasumsikan nahwa dipasar terdapat dua
perusahaan, satu bertindak sebagai pemimpin (leader firm) dan satu perusahaan berlaku sebagai pengikut (follower). Perusahaan yang bertindak sebagai pemimpin mempunyai kewenangan untuk menentukan jumlah output yang akan dihasilkan untuk memperoleh keuntungan maksimum. Atas dasar jumlah output yang telah ditentukan oleh perusahaan pemimpin ini, perusahaan pengikut akan bereaksi sesuai dengan ketentuan pada model Cournot, yaitu menganggap bahwa perusahaan pemimpin tidak akan mengubah tingkat outputnya.
perusahaan, satu bertindak sebagai pemimpin (leader firm) dan satu perusahaan berlaku sebagai pengikut (follower). Perusahaan yang bertindak sebagai pemimpin mempunyai kewenangan untuk menentukan jumlah output yang akan dihasilkan untuk memperoleh keuntungan maksimum. Atas dasar jumlah output yang telah ditentukan oleh perusahaan pemimpin ini, perusahaan pengikut akan bereaksi sesuai dengan ketentuan pada model Cournot, yaitu menganggap bahwa perusahaan pemimpin tidak akan mengubah tingkat outputnya.
E.
Macam – Macam Pasar Oligopoli
a.
Oligopoli murni adalah menjual barang yang
homogen. Biasanya banyak dijumpai dalam industri yang menghasilkan bahan mentah atau merupakan praktek oligopoli
dimana barang yang diperdagangkan merupakan barang yang bersifat identik
b.
Oligopoli
Diferensial adalah menjual barang berbeda corak. Barang
seperti
itu umumnya adalah barang akhir atau merupakan suatu bentuk praktek oligopoli
dimana barang yang diperdagangkan dapat dibedakan.
F.
Sifat- sifat pasar oligopoli
a.
Harga
produk yang dijual relatif sama
b.
Pembedaan
produk yang unggul merupakan kunci sukses
c.
Sulit
masuk ke pasar karena butuh sumber daya yang besar
d.
Perubahan
harga akan diikuti perusahaan lain
G.
Perilaku
Oligopoli
Perilaku oligopoli tidak dapat digambarkan secara
menyeluruh dan umum, tetapi merupakan teori-teori khusus yang menggambarkan
perilaku untuk mencapai tujuannya (kinerja industri). Kesulitan pertama karena
adanya indeterminate, yakni tidak ada titik keseimbangan yang deterministik.
Beberapa teori yang diuraikan tadi adalah sekadar ilustrasi bagaimana berbagai
teori itu disusun dan dirumuskan dengan asumsi-asumsinya masing-masing.
Setiap
pengritik, akan melihat bahwa kelemahan-kelemahan teori itu terletak pada
asumsi-asumsinya. Para ahli organisasi industri bertolak dari struktur telah
mencoba melakukan kajian tentang perilaku industri oligopoli yang kolusif,
yakni model pimpinan harga. Hal ini pun masih dibagi lagi atas tiga tipe, yakni
tipe yang mempunyai biaya rendah, perusahaan yang dominan, dan barometrik.
Teori ini menganggap bahwa perusahaan yang berskala besar mengetahui seluruh
biaya perusahaan dan permintaan pasar. Semakin rendah tingkat harga semakin
besar bagian kebutuhan pasar yang dapat dipasok oleh perusahaan yang berskala
besar.
H.
Faktor – Faktor
Penghambat Pasar Oligopoli
a.
Hak paten yang tidak memungkinkan
perusahaan lain memproduksi barang yang sama.
b.
Modal yang di butuhkan terlalu besar, para
pengusaha enggan untuk menanggung risiko yang besar.
c.
Perusahaan lama telah terkenal sehingga
sulit untuk tersaingi sehingga menimbulkan risiko yang besar bagi perusahaan
baru.
d.
Skala Ekonomis
Perusahaan
yang telah lama berproduksi dan beroperasi relatif lebih memiliki kesempatan
untuk menikmati skala ekonomis, karena untuk memperbesar produksinya perusahaan
tersebut cukup menambah dari produksi yang sudah ada, sehingga sangat
memungkinkan untuk menurunkan biaya produksi dan relatif akan mampu menjual
produksinya dengan harga yang relatif lebih murah bila dibandingkan para
pendatang baru.
e.
Ongkos produksi yang berbeda antar perusahaan
Yang
dijelaskan diatas adalah ongkos produksi per unt berbeda sebagai akibat dati
tingkat (jumlah) produksi berbeda. Di samping itu ongkos produksi dapat pula
berbeda pada tingkat produksi yang sama. Biasanya pada setiap tingkat produksi,
ongkos produksi per unit yang harus dikeluarkan perusahaan yang baru lebih
tinggi dari yang dikeluarkan perusahaan lama. Oleh karenanya perusahaan baru
tidak dapat menjual baranganya semurah seperti perusahaan lama. Keadaan ini
menghambat kemasukan perusahaan baru. Terdapat banyak faktor yang menimbulkan
kecenderungan perpedaan ongkos produksi tersebut.
I.
Kelebihan
Dan Kelemahan Pasar Oligopoli
a. Kelebihan pasar oligopoli
Ø Memberi
kebebasan memilih bagi pembeli.
Pasar oligopoli ini
sangat memberi kebebasan terhadap pemilihan produk, secara umum pembeli
memperkirakan akan lebih baik membeli produk yang mana yang dibutuhkan yang
mana yang mampu memenuhhi kebutuhan, jadi para pembeli tidak akan di tawarkan
dengan agresif oleh perusahaan dalam pasar ini, namun pembelilah yang
menentukan akan membeli produk dari perusahaan mana.
Ø Mampu
melakukan penelitian dan pengembangan produk.
Dalam pasar Oligopoli
ini tentu penelitian - penelitian akan banyak terjadi ,contohnya penelitian
tentang minat pembeli yang banyak membeli dari perusahaan lain di banding
dengan perusahaan kita , ini merupakan penelitian untuk pengembangan produk
yang perusahaan ini miliki agar dapat menarik pembeli dari perusahaan pesaing
berkat keunggulan kualitas yang dimiliki.
Ø Lebih
memperhatikan kepuasan konsumen karena adanya persaingan penjual.
Didalam pasar Oligopoli
ini kepuasan konsumen atau pembeli sangat berpengaruh karena bisa saja dengan
ketidak puasannya seorang pembeli dapat membuat pembeli lain ikut tidak puas
dan beralih dengan produk lain dari perusahaan yang lain pula. oleh sebab itu
banyak perusahaan bersikap baik dalam halnya pelayanan dan memperhatikan
kepuasan pembeli agar pembeli bersikap loyal dan dapat membeli produk
perusahaan ini dengan jenjang waktu yang lama.
Ø Adanya
penerapan teknologi baru
Didalam pasar olihopoli
ini penerapan teknologi terbaru sangatlah bermanfaat, jikateknologi yang
semakin berkembang tidak diikuti oleh perusahaan bisa jadi pembeli akan membeli
produk dari perusahaan lain yang memberi penerapan teknologi terbaru. oleh
karena itu penerapan teknologi terbaru dapat memudahkan perusahaan untuk
mengembangkan produknya agar lebih di minati.
b. Kelemahan
pasar oligopoli
Ø Menciptakan
ketimpangan distribusi pendapatan
Dalam pasar oligopoli
ini sering kali terjadi ketimpangan distribusi pendapatan,dimana perusahaan
yang besar yang sudah lama berdiri dan banyak sekali peminatnya lebih banyak
mendistribusikan produk dagangnya yang mengakibatkan hasil pendapatan yang banyak
pula. sedangkan perusahaan yang kurang di minati pembeli otomatis akan
mendistribusikan barang dangangnya dalam jumlah yang sedikit dan memperoleh
pendapatan yang kecil.
Ø Harga
yang stabil dan terlalu tinggi bisa mendorong
timbulnya inflasi
Didalam pasar oligopoli
ini harga sangat bergantung, terkadang harga yang mahal itu menggambarkan
kuliatas yang bagus pun belum tentu banyak peminatnya oleh karena itu
perusahaan yang bekecimbung di dalam usaha ini sangat jarang menaikan harga,
itupun jika naik hanya sedikit dan tidak berpengaruh terhadap minat pembeli
sehingga jauh untuk terjadinya inflasi.
Ø Bisa
timbul pemborosan biaya produksi apabila ada kerjasama antar oligopolis karena
semangat bersaing kurang
Didalam pasar oligopoli
ini timbul pemborosan akiban biaya produksi yang besar namu pemasukan tidak
seimbang ini diakibatkan perusahaan yang kurang peminat bekerjasama dengan
perusahaan oligopolis lainnya yang juga kurang peminat untuk bersaing dengan
perusahaan pemimpin pasar, mengapa bisa boros? karena biasanya dua perusahaan
yang mempunyai satu produk kerjasama akan menimbulkan sedikit penghasilan namun
biaya produksi yang sama. akibatnya biaya produksi dan penghasilan perusahaan
tersebut goyan dan bisa menyebabkan pemborosan.
Ø Bisa
timbul eksploitasi terhadap pembeli dan pemilik
faktor produksi
Didalam pasar oligopoli
ini timbul eksploitasi terhadap pembeli dan pemilik faktor produksi , ini
dikarenakan minat pembeli yang cenderung memihak terhadap pemimpin pasar yang
mengakibatkan faktor produksi perusahaan yang baru memulai eksistensinya kurang
minat dari pembeli.
Ø Sulit
ditembus / dimasuki perusahaan baru
Didalam pasar oligopoli
ini sulit untuk perusahaan lain bergabung dalam usaha karena minat pembeli yang
tinggi terhadap pimpinan pasar sehingga sangat sulit untuk perusahaan baru
untuk berkembang karena kurangnya peminat dari pembeli
Ø Bisa
berkembang ke arah monopoli perusahaan dalam pasar oligopoly
Didalam pasar oligopoli ini bisa berkembang kearah
monopoli jika sudah tidak ada yang mampu bersaing dengan pemimpin pasar, ini
mengebabkan monopoli perusahaan ini berlanjut dengan menyaingin produk barang
lainnya yang belum perusahaan ini kuasai. perusaaan ini berkemungkinan
menyaring banyak pembeli karena produk yang lama sudah banyak peminat dan jika
perusahaan ini menonopoli produknya sama dengan produk lain yang banyak di
minati pembeli ,boleh jadi dengan produk terbarunya perusahaan ini dengan mudah
menyaingi perusahaan lama lainnya yang memiliki produk yang belum di miliki
oleh perusahaan ini.
J.
Dampak Positif dan
Negatif Pasar Oligopoli
a. Dampak Positif Pasar Oligopoli
Ø Karena keuntungan yang besar maka
dapat menciptakan inovasi yang sangat berguna, bahkan lebih baik dari monopoli.
Ø Oligopolis biasanya menggunakan
sebagian dari kentungan mereka untuk Penelitian dan Pengembangan sehingga
memberi dampak positif bagi kemajuan teknologi
b.
Dampak Negatif Pasar Oligopoli
Ø Kemungkinan adanya keuntungan yang
terlalu besar (excess profit) yang dinikmati oleh para produsen oligopoli dalam
jangka panjang.
Ø Kemungkinan adanya ketidak efisienan
produksi karena setiap produsen tidak beroperasi pada AC minimum.
Ø Kemungkinan adanya "eksploitasi" terhadap konsumen maupun
buruh seperti kasus
monopoli.
Ø Ketegaran harga (terutama ke bawah) sering
dikatakan menunjang adanya
inflasi yang kronis; dan ini merugikan masyarakat secara makro.
BAB
III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Istilah Oligopoli berasal dari bahasa Yunani, yaitu: Oligos Polein yang berarti: yang
menjual sedikit atau beberapa penjual. Beberapa penjual dalam
konteks ini, maksudnya di mana penawaran satu jenis barang di kuasai oleh
beberapa perusahaan, beberapa dapat berarti paling sedikit 2 dan paling banyak
10 atau 15 perusahaan.
Dari berbagai pembahasan diatas dapat kita simpulkan bahwa
pasar oligopoli itu adalah suatu pasar dimana bentuk persaingan pasar yang
didominasi oleh beberapa produsen atau penjual dalam satu wilayah area yang
memiliki karekteristik tersendiri.
B.
SARAN
Kami hanyalah manusia biasa yang
tidak luput dari kesalahan mungkin dalam pembahasan diatas terdapat kekurangan
atau tidak sesuai dengan temanya maka dari itu kami selaku tim penyusun makalah
ini sangat mengharapkan kritik dan saran dari teman- teman ataupun pembaca
makalah ini.
DAFTAR
PUSTAKA
Alam.S.
2010. Ekonomics 1A. Jakarta: Esis
http://titismekautami.blogspot.com/2012/12/makalah-pasar-oligopoli.html